https://journal.umpalopo.ac.id/index.php/VoM/issue/feed Voice of Midwifery 2020-04-17T01:51:07+00:00 Andi Kasrida Dahlan p3m.akbidmuhplp@gmail.com Open Journal Systems <p>Voice of Midwifery merupakan Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Kebidanan yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang ilmu Kesehatan pada umumnya, dan kebidanan pada khususnya, diterbitkan enam bulan sekali pada bulan Maret dan September.</p> https://journal.umpalopo.ac.id/index.php/VoM/article/view/108 PENGARUH KUALITAS SISTEM INFORMSI TERHADAP KEPUTUSAN MANAJEMEN 2020-04-17T01:51:07+00:00 Andi Nadirah mahmud andinadirahmahmud24@gmail.com <p>Institusi rumah sakit selalu mendapat tekanan untuk dapat memperbaiki pelayanan medis, mengurangi kesalahan medis, penyedia akan akses informasi yang tepat waktu, dan pada saat yang sama harus bisa memonitor. Untuk dapat memenuhi tuntutan ini, rumah harus memiliki sistem informasi manajemen terintegrasi yang bisa memberikan informasi tepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Terhadap Keputusan Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Batara Guru Belopa Kabupaten Luwu</p> <p>Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study untuk menganalisis pengaruh kualitas sistem informasi yaitu ketersediaan, tepat waktu, relevan, dan akurat, terhadap keputusan manajemen di rumah sakit umum daerah Batara Guru Belopa Kabupaten Luwu. Sampel dalam penelitian ini yaitu pegawai serta tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit umum daerah Belopa Kabupaten Luwu sebanyak 68 sampel. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi langsung rumah sakit, .Analisis data dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara ketersediaan (p=0,001), tepatwaktu (p=0,011), akurat (p=0,037) dan relevan (p=0,020), terhadap keputusan manajemen di Rumah Sakit Umum Daerah Belopa Kabupaten Luwu. Adapun variabel yang paling tinggi pengaruhnya terhadap penerapan manajemen yaitu ketersediaan dengan nilai sig. p=0,000.</p> <p>Penelitian ini menyarankan agar bagi rumah sakit umum daerah Belopa Kabupaten Luwu agar melakukan program pengembangan terkhusus pada sistem informasi.</p> <p><strong>Kata Kunci&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Kualitas Sistem Informasi, Keputusan Manajemen</strong></p> ##submission.copyrightStatement## https://journal.umpalopo.ac.id/index.php/VoM/article/view/106 PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLIEFERA) PADA IBU HAMIL TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR 2020-04-17T01:51:07+00:00 yusnidar yusnidar yusnidar556@yahoo.com Andi kasrida Dahlan idhamatahari09@gmail.com Patmahwati Patmahwati patmapadri85@gmail.com <p><strong>Latar Belakang</strong> : Tepung daun kelor merupakan salah satu suplemen gizi pada ibu hamil</p> <p><strong>Tujuan</strong> : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun kelor (<em>moringa oliefera</em>) pada ibu hamil terhadap berat badan bayi baru lahir.</p> <p><strong>Metode </strong>: Jenis penelitian <em>true experiment</em><em>. </em>Desain yang digunakan adalah <em>Randomized Double Blind,postestcontrolled. </em>Sampel dalam penelitian ini ibu hamil trimester III dengan usia kehamilan ³28 minggu sebanyak 38 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Ibu hamil yang diberikan kapsul tepung daun kelor adalah kelompok intervensi dan ibu hamil yang tidak diberikan kapsul zat besi<em> (Fe) </em>adalah kelompok kontrol. Pengukuruan berat badan lahir dilakukan setelah intervensi 60 hari kemudian <em>post-test </em>menimbang berat badan bayi baru lahir dengan dosis 2 kali 2 kapsul sehari. Sampel berat badan bayi baru lahir ditimbang menggunakan timbangan bayi (<em>baby scale</em>). Analisis data dilakukan dengan Uji <em>independent sample T-test</em><em>.</em></p> <p><strong>Hasil</strong><em> : </em>tidak terdapat perbedaan yang signifikan berat badan bayi lahir yang diberikan tepung daun kelor dan Fe berdasarkan kategori <em>p-value</em>&gt;0,05. Bayi yang lahir normal sebanyak 100% dari kelompok yang diberikan tepung daun kelor. pada bayi lahir normal sebanyak 94,7% dari kelompok yang diberikan Fe. Dan bayi lahir yang tidak normal tidak terdapat pada kelompok yang diberikan tepung daun kelor 0% sedangkan bayi lahir tidak normal pada kelompok yang diberikan Fe terdapat 5,3%. Namun diliat dari nilai rerata terdapat perbedaan yang signifikan berat badan bayi baru lahir antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan <em>p-value 0,</em><em>001</em><em>. </em>Nilai <em>mean</em><em> Post-test </em>pada kelompok intervensi 3389,47±382,82Sedangkan pada kelompok kontrol nilai <em>mean </em><em>post-test </em>2936,84±400,29.</p> <p><strong>Simpulan</strong> : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kapsul tepung daun kelor lebih efektif meningkatkan berat badan bayi dibandingkan pada kelompok kontrol.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : Berat badan bayi baru lahir, Tepung daun kelor</p> 2020-04-16T03:22:57+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.umpalopo.ac.id/index.php/VoM/article/view/105 STUDI KASUS GAYA PENGASUHAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BATITA STUNTING 2020-04-17T01:51:07+00:00 jihan fadhillah jihanfadhilah@umpalopo.ac.id Andi Sitti Umrah umrah89@gmail.com yuli setiawati yulisetiawati@gmail.com <p><strong>Pendahuluan:</strong> <em>Stunting</em> menggambarkan kejadian kurang gizi pada balita yang berlangsung dalam waktu yang lama dan dampaknya tidak hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif.</p> <p><strong>Tujuan:&nbsp; </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya pengasuhan batita <em>stunting</em> pada masyarakat <em>Pesisir</em> Pulau Balang Lompo</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kabupaten Pangkep. Penelitian dilakukan di <em>Pesisir</em> Pulau Balang Lompo Kabupaten Pangkep. Desain</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Metode:</strong> Desain penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik wawancara secara mendalam dan observasi tidak terlibat. Subjek penelitian terdiri dari 12 orang informan kunci yang mempunyai anak usia 1-3 tahun dan 6 orang informan pendukung. Data dianalisis menggunakan analisis konten.</p> <p><strong>Hasil</strong>: Hasil analisis menunjukkan bahwa dominan ibu menerapkan gaya pengasuhan <em>(parenting style) </em>permisif terhadap anaknya. Disimpulkan bahwa Gaya pengasuhan yang diterapkan ibu terhadap anak <em>stunting</em> adalah gaya pengasuhan permisif.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Kata kunci </strong>: <em>Stunting, Gaya pengasuhan, Pulau Balang Lompo</em></p> 2020-04-16T03:24:55+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.umpalopo.ac.id/index.php/VoM/article/view/114 RELATIONSHIP OF LABOR TYPES WITH STATUS 2020-04-17T01:51:07+00:00 nina fitri ninafitri54@gmail.com vitria komala sari vitriakomalasari@gmail.com <p><strong>Background:</strong> Every woman wants her labor to run smoothly and can give birth to a baby perfectly. Labor can proceed normally, but it is not uncommon for the labor process to experience obstacles and must be done through surgery.</p> <p><strong>Objective:</strong> to find out the relationship between the type of labor and the health status of newborns in the city of Bukittinggi.</p> <p><strong>Methods:</strong> analytical survey research with crossectional design. With a sample of 120 respondents. Time of study in June-August. The test used is the Chi-Square test with a 95% confidence level.</p> <p><strong>Results:</strong> Statistical test results showed that there was a relationship between apgar score (p = 0.003 and OR = 3.237), respiratory conditions (p = 0.010 and OR = 2,800), meconium aspiration (p = 0,0005 and OR = 10,846), trauma to infants (p = 0,0005 and OR = 9,942), admission to care (p = 0,002 and OR = 3,667) and IMD (p = 0,0005 and OR = 24,750) to the type of labor. While infectious diseases did not have a relationship to the type of labor (p = 0.583).</p> <p><strong>Conclusion</strong><strong>:</strong> there is a correlation between apgar score, respiratory condition, meconium aspiration, admission to care and IMD with the type of labor. And there is no relationship between infection in newborns to the health status of newborns.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Keywords:</strong> Types of Labor, Health Status, Newborns.</p> 2020-04-16T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.umpalopo.ac.id/index.php/VoM/article/view/117 FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS 2020-04-17T01:51:07+00:00 israini suriati israinisuriatinugraha200290@gmail.com NURLIANA MANSYUR Lianamansyur@gmail.com <p><strong>Pendahuluan: </strong>Obesitas adalah suatu kondisi yang menggambarkan seseorang memiliki badan yang sangat gemuk dan mengandung banyak lemak pada tubuhnya, sebagai akibat dari penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Kondisi ini disebabkan oleh ketidak seimbangan konsumsi kalori dan kebutuhan energy. Obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor genetik, kurang gerak / olahraga, emosi, Pola makan,kurang istirahat,suhu, hormonal</p> <p><strong>Tujuan:&nbsp;</strong> Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada warga dusun sabbang paru desa salu paremang selatan Kabupaten Luwu Kecamatan Kamanre Provinsi Sulawesi Selatan<strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan studi komparatif dengan pendekatan case control study dilihat secara retrospektif. Desain ini dilakukan dengan melihat variabel dependen terlebih dahulu, sedangkan variabel independen ditelusuri secara retrospektif untuk menentukan ada tidaknya hubungan faktor faktor yang berperan. Populasi dalam penelitian ini adalah warga yang obesitas di Dusun sabbang paru desa salu paremang selatan kecamatan kamanre sulawesi selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan cara Random sampling yakni dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi yaitu sebanyak 40 responden.<strong>Hasil</strong>: Berdasarkan uji <em>chi square</em> dengan <em>Fisher Exact test</em> pada variabel genetika diperoleh nilai hitung <em>p</em> = 0,001 lebih kecil dari nilai α = 0,05, pada variabel pola makan diperoleh nilai hitung <em>p</em> = 0,002 lebih kecil dari nilai α = 0,05, dan pada variabel aktifitas fisik diperoleh nilai hitung <em>p</em> = 0,001 lebih kecil dari nilai α = 0,05</p> <p><strong>Simpulan:</strong> Dari analisis tersebut dapat diartikan bahwa Ha diterima atau ada hubungan genetika, pola makan dan aktivitas fisik dengan obesitas pada warga desa salu paremang selatan kecamatan kamanre sulawesi selatan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Obesitas</p> 2020-04-16T04:01:58+00:00 ##submission.copyrightStatement##